Looping
Arah menyambung tali silaturahmi ke dunia modern menjadi kurang beresensi. Pengaruh “Gadget” perlahan menggerus makna silaturahmi sendiri. Mendekati peringatan hari raya, broadcast pesan-pesan ucapan hari raya silih berganti masuk menderingkan penanda pesan Whatsapp perangkat kita. Mulai dari grup-grup teman semasa SD, SMP, hingga SMA. Tak sedikit pula yang mengirimkan direct message secara perseorangan ke gadget kita. ( Mungkin memanfaatkan momen untuk kelanjutan modus di kemudian hari :D) Yang patut disayangkan adalah semua pesan yang masuk memiliki pola yang SAMA. Hanya berbeda diawal, ditengah, ataupun diakhir. Berbeda hanya pada kata pengganti subjek. Pesan-pesan tersebut datang dengan deretan kata-kata terangkai panjang dengan indah. Namun di mata saya tak ubahnya sebagai batu, Keras, Padat dan tak bernyawa. Semisal jika digunakan untuk menimpuk dengan tenaga sebesar apapun, tak akan dapat mengubah batu lainnya menjadi pecahan kecil. Malah, saling memantul. Seperti...