Postingan

Selamat Datang "Gula"

Gambar
Sebuah cerita untuk pejuang diabetes dimanapun berada. Masih ingat saya sempetnya ngakak-ngakak ketika menerima vonis terkena "Gula" sekitar 2,5 tahun lalu.  Kala itu, tiba-tiba tubuh memberikan sinyal keanehan secara tiba-tiba  "Kaki kesemutan dengan tiba-tiba dan tidak hilang. Haus yang sering terjadi. Tenggorokan meronta selalu ingin diguyur air terus menerus"  Dengan kondisi tersebut yang tiba-tiba dan membuat hidup saya menjadi tidak enak. Secara kebetulan, Saya ngide untuk tes gula sesaat di Laboratorium suatu rumah sakit.  Tanpa gusar dan masih ngekek-ngekek dengan diri sendiri, hasil lab keluar di tangan saya. Saya sorot bagian kolom gula dengan nilai 230. Saya langsung syok sedikit tapi lanjut ngakak sambil berucap  "Memang lucu sekali hidup saya hahahaha" memang pada tahun-tahun tersebut saya sedang kacau hidupnya. Lalu pikiran saya paling liar secara tiba-tiba keluar "Fix join club 27 seperti rockstar-rockstar" Saya waktu itu punya pik...

Limit Skripsi adalah.....

Gambar
Note:Jawaban ada di sepanjang tulisan Para mahasiswa tingkat akhir adalah kelompok orang yang ditahun sebelum-sebelumnya adalah manusia tergagah, terjumawa, tersemena-mena, dan terkereng. Entah kenapa julukan-julukan yang tersemat pada diri mereka di tahun-tahun sebelumya menjadi sirna tak berbekas sama sekali. Pada masa-masa ini, mereka seperti menjadi singa-singa yang lucu layaknya di tempat sirkus. Aura sebagai raja hutan mereka yang bisa menghardik seluruh penghuni hutan tiba-tiba hilang. Mereka seakan tidak mempunyai gairah hidup lagi. Mata layu dan kosong seperti tanpa tujuan. Gairah dan semangat hidup ikut terlelap bersama geramannya. Seperti itu lah gambaran mahasiwa tingkat akhir. Loyo, tatapan mata sayup, sering bingung, dan beban hidup seakan ada di pundak mereka. Anehnya, sebab-muhassabnya ya gara-gara, SKRIPSI Skripisi bagi golongan mahasiswa tingkat akhir seperti sesosok yang menyeramkan. Berbadan tinggi semampai, berbulu, besar, rambut panjang keri...

Obituari Seorang Mahasiswa

Gambar
Di tengah keriuhan orang-orang berlalu-lalang merayakan wisudanya. Mereka melakukan kegiatan seperti berfoto ria, saling tegur sapa, tertawa lepas sambil mengingat masa suramnya mengerjakan tugas akhir, atau berjingkrak-jingkrak maupun melakukan kegiatan senang-senang seperti pada umumnya. Terlepas dari pandangan-pandangan pada umumnya dalam merayakan kegiatan wisuda, kali ini saya akan melihat dengan persepsi lain acara wisudaan. Dalam pandangan saya, sebuah acara wisuda seperti sebuah kegiatan funeral (acara kematian) yang dilaksanakan secara agung dan khidmat diiringi music bertema gelap. Tulisan pada paragraf-paragraf selanjutnya adalah obituari saya sendiri setelah melepaskan status saya dari mahasiswa menjadi budak korporat. Menjadi mahasiswa bagi saya merupakan hal yang tak terduga sebelumnya. Tak pernah terpikirkan untuk kalangan masyarakat seperti saya yang tinggal di Kutoarjo bisa menempuh pendidikan tinggi di salah satu kampus terbaik yang dimiliki negara ini. ...

Cita-Citaku menjadi Harvest Moon

Gambar
Sumber : Google.com Sekitaran 2 bulan lalu diantara jeda masa pengembaraan menuntut ilmu, saya sejenak pulang kampung. Menikmati feel hidup yang telah hilang termakan waktu di perantauan. Selama di kampung halaman, saya belajar susahnya jadi pengangguran. Mau membeli uang untuk merokok aja harus direwangi   menjadi penjual “jasa mengantri” untuk pembelian tiket kereta api lokal. Memanfaatkan lokasi strategis tempat tinggal yang dekat dengan fasilitas umum. Walaupun hanya relasi teman-teman saya yang membeli dikarenakan mungkin melas melihat temannya mencari uang :D. Oh iya, mungkin kelak kalau saya menjadi orang yang sedikit berada dan mendapatkan banyak berita miring tentang pencitraan. Tulisan ini bisa menjadi sedikit bukti masa muda saya yang senang mengamalkan “Lupus Homo homini est”-menjadi manusia yang berhakikat Setelah hiruk pikuk Cash On Delivery (COD), saya sempatkan untuk mampir di warung tenda. Untuk sekedar mendengar ada berita apa di sekitar saya...