Limit Skripsi adalah.....





Note:Jawaban ada di sepanjang tulisan
Para mahasiswa tingkat akhir adalah kelompok orang yang ditahun sebelum-sebelumnya adalah manusia tergagah, terjumawa, tersemena-mena, dan terkereng. Entah kenapa julukan-julukan yang tersemat pada diri mereka di tahun-tahun sebelumya menjadi sirna tak berbekas sama sekali.
Pada masa-masa ini, mereka seperti menjadi singa-singa yang lucu layaknya di tempat sirkus. Aura sebagai raja hutan mereka yang bisa menghardik seluruh penghuni hutan tiba-tiba hilang. Mereka seakan tidak mempunyai gairah hidup lagi. Mata layu dan kosong seperti tanpa tujuan. Gairah dan semangat hidup ikut terlelap bersama geramannya.
Seperti itu lah gambaran mahasiwa tingkat akhir. Loyo, tatapan mata sayup, sering bingung, dan beban hidup seakan ada di pundak mereka.
Anehnya, sebab-muhassabnya ya gara-gara, SKRIPSI
Skripisi bagi golongan mahasiswa tingkat akhir seperti sesosok yang menyeramkan. Berbadan tinggi semampai, berbulu, besar, rambut panjang keriting, kulit hitam legam (Lah ini seperti saya waktu dulu zaman mahasiswa, pantes cewek-cewek pada takut hahahaha).
Sebenarnya skripsi tidak terlalu memberatkan mahasiswa, hanyalah masalah mindset yang terbentuk di alam bawah sadar mereka. Entah datang dari lingkup pergaulan, cerita-cerita stereotip dari berbagai media sosial ataupun gara-gara sinema FTV dengan judul “Dia Kode Aku, Namun Skripsi Datang Mengalihkannya”
Menurut Dosen Geodesi UGM yang bernama Pak I Made Andi Arsana bahwasanya “Permasalahan mahasiswa dalam mengerjakan skripsi dari dulu sampai sekarang adalah belum siapnya mahasiswa tersebut memasuki dunia mahasiwa akhir. Layaknya bayi prematur, mahasiswa tersebut kurang membaca-baca paper, skripsi, ataupun jurnal-jurnal sebelumnya”
Lanjut Beliau “Seperti mau berperang tapi tidak mempersiapkan senjata”
Jadi sebenarnya pesan Beliau kepada Anda semua wahai Pemuda-Pemudi harapan bangsa. Gak ada alasan apapun, entah mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah-Pulang), KURA-KURA (Kuliah-Rapat). Atau mau KURAP-KURAP (Kuliah Rampung – Pacaran). Bodo amat kegiatan Anda pada tahun sebelum-sebelumnya, pokok hanya satu kata kunci saat tugas akhir:
“KESIAPAN”
Masa Pencarian
Ini cerita merupakan cerita saya sendiri, Anda yang membaca semua ini boleh setuju dengan mindset saya atau menolaknya mentah-mentah. Itu hak pribadi Anda sendiri.
Skripsi anggapan saya adalah seperti Mencari Seorang Perempuan untuk diajak MENIKAH...
Awal cerita ini dimulai saat saya menginjak tahun kelima masa-masa perkuliahan. Anda semua dalam hati pasti bilang “Mahasiswa Penunggu Kampus”.  Memang seperti itu kenyataannya, kuliah saya memang sering tersendat.
“Kurang HOKI saja, tidak pernah mendapatkan dosen yang murah hati”
Seperti pada umumnya mahasiswa tingkat akhir, saya bingung menentukan pilihan judul yang mau saya ambil. Semuanya cukup menarik di awal. Kesana-kemari mengunjungi laboratorium-perpustakaan, kemudian me-review secara singkat dari buku tugas akhir hingga jurnal-jurnal. Semua judul dan tema yang ada disana terlalu menyilaukan mata saya.
Layaknya bujangan muda yang sering nongkrong di perempatan ataupun di depan gang kampung kumuh. Bermodalkan speaker portable hasil patungan, flash disk buluk hasil nemu di warnet, dan secangkir kopi sachet ABC. Tak lupa mengambil kursi bambu milik tetangga yang ditaruh dibawah lampu penerangan jalanan. Jadilah Karoeke Darurat.
Hanya bermodal playlist dengan lagu-lagu Koplo pasaran hingga lagu Didi kempot yang meranakan hati, sudah cukup membuat malam-malam mereka menjadi menyenangkan.
Bola mata yang terus bergerak melihat cewek-cewek ABG yang baru pulang dari kerja dari pasar yang menarik.  Ada yang masih dengan dandanan menarik cabe-cabean , ada juga yang sudah bedaknya sudah bercampur dengan peluh. Bagi bujangan semuanya tampak menarik.
Kemudian mereka semua kompak tanpa komando “Baru saja pulang mbak?”
Seperti inilah fase-fase awal mengerjakan Tugas Akhir/Skripsi, semua sangat menarik di mata. Pada posisi ini pula belum ada sebuah decision secara jelas untuk mengambil keputusan. Inilah masa-masa penuh I M A J I N A S I.
PDKT
Seiring berjalannya waktu, suasana yang semula kaku dengan mbak-mbaknya menjadi cair. Dari yang mulai basa-basi enggak jelas, pelan-pelan obrolan tercipta, nomor BBM pun didapat hingga kemudian sudah berani mengantar pulang walaupun hanya sampai depan gang. Masa-masa PDKT pun berjalan, saling membuka hati antar keduanya. Mencurahkan energi yang besar dari obrolan-obrolan selama jalan bareng ke pasar malem hingga saling KEPO lewat sosial media. Energi yang besar dikeluarkan hanya untuk sebuah perasaan, saling memahami.

Gambar: Masa Mencari Kekasih

Dari Books of Love karya Bujangan Gang Sempit dimana Saya belajar banyak dari karya tersebut, bahwasanya perhatian adalah kuncinya. Hal itupun kemudian saya terapkan dalam pengerjaan skripsi saya. Dari pandangan berbagai judul yang berkelebat di kepala saya, pelan-pelan mengerucut menjadi lebih fokus.
Tema-tema besar yang semula sangat sulit terdefinisi, pelan-pelan terdefinisikan. Layaknya definisi cantik, semua orang punya versinya masing-masing. Entah Dia ketika menjadi A, berpenampilan B, mempunyai potongan rambut C dan sebagainya. Terlalu luas definisi cantik itu.
Obrolan-obrolan ala orang PDKT saya terapkan dengan membaca jurnal, paper, maupun skripsi yang mempunyai tema besar sama. Hal-hal yang membuat tertarik kepadanya saya catat satu persatu. Dari sudut penelitian diambil, metodologi, bagaimana cara menganalisa, dan kesimpulan. Catatan ini tidak bakal saya campur dengan catatan lain. Tidak boleh!!! Because You are special, So I must write in special place too.
Pacaran
Jika perhatian Anda terhadap sebuah tema semakin hari semakin bertambah. Berawal dari pengamatan hal-hal kecil dalam sebuah jurnal, seperti melihat latar belakang saja.Kemudian karena perhatian Anda yang semakin bertambah dan menemunkan hal yang lebih dari Dia (Jurnal,Paper), lama-lama Anda jatuh cinta juga. Peribahasa Jawa memang berlaku Universal “Tresno iku jalaran seko kulino”-Cinta iku karena kebiasaan. Mulailah pada tahap ini Anda akan memperhatikan hal-hal yang lebih besar. Sub-bab Metodologi, Simulasi Data, Analisa Data dilahap satu persatu tanpa sisa. Memang ketika manusia kecanduan Hormon Oksitosin (Hormon Cinta), manusia bisa melakukan sesuatu yang biasanya tidak biasa mereka lakukan.
Gambar: Tiap Minggu Pasti Kencan di Rumah Mertua
Dalam mengarungi sebuah percintaan tentunya tidak selalu terlihat manis-manis terus. Adakalanya Anda akan menemukan realistas-realitas baru yang tidak pernah duga-duga sebelumnya. Demikian pula halnya dalam pengerjaan sebuah skripsi. Awalnya sangat manis, Anda semua akan mengerjakan dengan menggebu-gebu. Barangkali untuk tujuan untuk diterbitkan dalam sebuah seminar karena topik Anda yang terbilang baru, atau mungkin topik Anda bisa membantu menganalisa kinerja sebuah lembaga tertentu dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi lembaga tersebut, atau cari topik mudah dalam pengerjaan agar bisa cepat lulus.
Tapi tidak semudah itu Fergusso!!!
Selama perjalanan Anda menulis bab demi bab skripsi akan ada barisan halangan yang datang menuju Anda. Anda harus melaluinya perlahan-perlahan, kadang jatuh memang sakit. Ketika sudah mengerjakan skripsi semalaman, besok paginya saat bimbingan dengan dosen pembimbing, dosennya seenaknya mencoret silang dengan ditambah tulisan satu kata dengan spidol merah. SAMPAH!!!
Apa yang saya alami dengan cerita diatas juga berbeda. Masalah saya pada pengerjaan skripsi adalah saya tidak paham apa yang akan saya kerjakan. Ditambah lagi dosen pembimbing saya waktu itu sedang sibuk-sibuknya. Ya sudah saya terkatung-katung selama hampir satu bulan tidak tahu apa-apa.
Waktu saat-saat tersebut adalah waktu penuh dengan ketidakpastian. Saat itu, saya juga pernah berpikir kayaknya gagal untuk skripsi semester ini. Perasaan-perasaan tersebut sering menghantui pikiran. Hati saya selalu diuntit perasaan untuk putus asa. Memang hal tersebut cukup manusiawai, manusia memang selalu curiga akan hal-hal yang tidak pasti.
Ketika manusia menemukan apa yang disebut kesungguhan. Manusia akan bisa melakukan hal lebih gila lagi. Karena kesungguhan itu bukan cuma oksitosin namun juga adrenalin. Kesungguhan adalah sebuah sikap untuk tetap berjuang (Hormon Adrenalin) dengan apa yang telah dia pilih(Hormon Cinta).  
Hal gila yang pernah saya lakukan di fase tersebut adalah menggelandang di Bandung selama seminggu hanya untuk mengambil data. Itu pun masih dikejar deadline pengumpulan buku tugas akhir. Hanya dengan bermodal ransel dan uang pas-pasan. Tidak ada pikiran tidur dimana, pokok mencari masjid. Berangkatlah naik bis selama 24 jam dari Surabaya – Bandung. Saat disana pun juga masih banyak halangan: ditipu penjual toko online, ditipu calo, prototype yang dibuat ternyata tidak sesuai.

Gambar: Tepar setelah gelandang dari Bandung
Sebuah kunci daripada fase ini adalah kesungguhan. Sebuah perumpamaan ketika Anda ingin melamar gadis yang ingin Anda nikahi kelak. Calon mertua Anda pasti ingin melihat kesungguhan Anda. Manifestasi kesungguhan Anda berbentuk bukan hanya sebuah angan-angan (Dream) tapi harus kerjakan (Do).
Tunangan
Begitupun dengan skripsi Anda sendiri. Anda harus menunjukkan kesungguhan kepada Dosen Pembimbing seperti halnya Anda berniat ingin melamar seorang gadis. Tunjukkanlah dengan pekerjaan skripsi Anda yang istimewa. Seorang dosen pembimbing adalah mertua Anda dalam tugas akhir. Dia yang mempunyai hak veto untuk mengijinkan Anda untuk setuju atau tidak untuk bertunangan dengan skripsi Anda. 
Gambar:Hanya bisa tersenyum saat ditanya Penguji

Jika lampu hijau telah diberikan kepada Anda. Selamat Anda telah sukses melewati fase ini. Dosen Pembimbing Anda berarti terkesima dengan kesungguhan perjuangan Anda. Saat di posisi ini, Anda tinggal bersiap-siap untuk tunangan dengan sang kekasih Anda.
Pada fase ini, Anda harus bisa menunjukkan kesungguhan pekerjaan Anda ke keluarga besar gadis Anda a.k.a Dosen penguji. Anda harus berpakaian yang rapi serapinya, tidak ada tampilan ala Rock N Roll lagi. Walaupun mertua Anda sebenarnya memaklumi saja ketika Anda mengutarakan untuk melamar anaknya sebelumnya. Namun untuk kali agak berbeda, yang akan hadapi adalah keluarga besar. Berbeda dengan calon mertua Anda yang mengetahui kepribadian Anda, sedangkan mereka barangkali tidak mengetahuinya. Disini Anda harus menciptakan first impression sebagai pribadi yang penuh semangat dan berdedikasi tinggi.
Lalu, Anda juga harus menyiapkan mental Anda sebaik –baiknya. Keluarga besar akan banyak memberikan pertanyaan terkait kesungguhan Anda. Siapkan jawaban sebaik-baiknya, yang masuk akal dan berdasar dengan intonasi yang tepat dan jangan terburu-buru. Tata hati Anda sebaik-baiknya, mereka hanya menguji mental Anda saja. Karena......
Calon mertua Anda yang mempunyai Hak Veto mengijinkan untuk Anda melanjutkan MENIKAH.
Menikah
Setelah Anda disetujui menikah dengan calon Anda. Anda akan disibukkan dengan setumpuk pengurusan berkas-berkas menikah di KUA (Graha Kampus). Di mulai dari surat pernyataan (Surat Revisian), berkas-berkas setumpuk jurusan, menyiapkan konsep acaranya pernikahan. Dan tentunya berdebar menunggu tanggal menikah dari mertua Anda yang sedang dihitung dengan weton Anda.
Akhirnya, tanggal-tanggal pernikahan Anda telah tiba juga. Anda datang ke KUA dengan perasaan yang sangat senang. Dalam hati Anda akan berkata “Hari ini adalah hari bersejarah pada hidupku, Aku tidak akan pernah melupakannya selama hidup”

Gambar: Dekan FTE-ITS
Gambar: Rektor - ITS

SELAMAT WISUDA

Beijing(China)-Jakarta(Indonesia)-Gresik(Indonesia), 16 Sept – 23 Okt 2019


Seseorang yang sedang menulis kisah perjuangan cintanya dahulu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suratan Takdir Matematika

Like A Pelus

Wanita