Wanita

Wanita pada dasarnya derajatnya adalah sama (malah lebih tinggi) dengan para pria. Tekanan dari lingkungan serta persepsi diri mengakibatkan terbangunnya tembok-tembok yang menutup dirinya sendiri.
Mengapa?
Padahal tak ada penggambaran hal-hal yang bersifat tersuci dan tertinggi merujuk kepada makhluk selain wanita. Dari penggambaran surga berada di telapak kaki ibu, Penyematan kata Ratu yang didunia modern merujuk ke wanita, padahal dulunya dalam dunia jawa berarti Pemimpin tertinggi sebuah kerajaan. Serta 1400 tahun lalu, tak ada yang wajib dihormati sebanyak 3 kali selain dirimu, wahai para wanita.
Tahukah kamu mengapa penyihir-penyihir sakti dalam dunia kartun diidentikkan dengan para wanita? Dalam surah Alqur’an yang mungkin sering dibaca Anda saat sholat. “Lindungilah hamba dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir...”. Amboi !!!, pantas saja para wanita sering membuat pria tersihir dengan sihir lembutnya...
Point sebenarnya yang ingin saya sampaikan bukan wanita sebagai penjahat bak penyihir berhidung panjang, tetapi potensi yang sama dengan pria dalam kesetaraan memahami ilmu pengetahuan.
Pada akhirnya semua tergantung pribadi masing-masing. Mau melanjutkan membangun temboknya hingga semakin tinggi atau berteriak  dengan lantang seperti lirik dalam salah satu lagu Pink Floyd “All in all it's just another brick in the wall”.
You are living, You are in the world,...and your life belongs to you. 

*In Pict : Foto yang menginspirasi Paul McCartney dalam menciptakan lagu Lady Madonna (The Guardian)

#OPINI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suratan Takdir Matematika

Like A Pelus